tekad

Anyone who stops learning is old, whether at twenty or eighty. Anyone who keeps learning stays young. The greatest thing in life is to keep your mind young.
– Henry Ford

ULXETLYBDM

Dear readers,

Setahun belakangan ini, secara silih berganti, saya merasakan pengalaman-demi pengalaman baru yang selama ini belum pernah saya bayangkan. Sejujurnya selama beberapa tahun belakangan, meskipun ketika masih lebih muda saya dikenal senang belajar hal baru, saya menghadapi kejenuhan yang membuat saya enggan untuk meninggalkan rutinitas yang entah semenjak kapan terbentuk. Saya hanya mendengar musik yang sama, membaca buku dengan genre yang tidak jauh berbeda dengan yang biasanya saya sukai, menghabiskan waktu dengan teman-teman yang sama, pergi ke kafe yang tidak berbeda, serta banyak hal lain yang tidak menawarkan setidaknya hal baru di dalam hidup.

Teruntuk hari ini, saya ingin kembali mendorong diri saya untuk melakukan hal berbeda dari biasanya setiap hari. Barang kali saya bisa memulai dengan mendengarkan setidaknya satu musik berbeda setiap hari, atau kembali belajar memainkan satu dua musik. Dipikir-pikir, saya sudah lama tidak melanjutkan otodidak belajar musik akibat kesibukan pekerjaan ditambah dengan kesibukan semenjak kembali kuliah. Dipikir-pikir lagi, saya sudah sangat lama tidak mempelajari hal-hal yang sama sekali baru. Yah, jangankan belajar hal-hal baru, melakukan hal baru sudah tidak pernah menjadi pilihan. Mungkin inilah yang menyebabkan saya merasa bosan dan ‘berasa tua’.

Beberapa tahun yang lalu, saya pernah membaca salah satu lini masa dari akun Humans of New York.

whatsapp-image-2019-01-08-at-11.57.46.jpeg

Adapun, keterangan di bawah foto ini berbunyi kira-kira seperti ini,

Saya berbeda dari kebanyakan orang. Saya tidak pernah bersedih. Saya menciptakan kebahagian hidupku melalui disiplin. Saya tidak mengkonsumsi minuman kerasa, saya tidak merokok, saya tidak mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung banyak fiber. Setiap hari saya berjalan kaki mengelilingi taman serta memikirkan tentang keseimbangan hidup. Saya pernah menjadi seorang koki, desainer fashion, pelukis, dan saat ini saya mempelajari bela diri. Saya berlatih Tai Chi di taman setiap pagi. Berlatih Tai Chi membantu memberikan energi pada lukisan-lukisan saya. Saya telah mempelajari 42 gerakan di dalam Tai Chi, jauh di atas teman-teman. Saat ini usia saya hampir 80 tahun, namun kebanyakan wanita yang juga adalah teman-teman saya mengatakan jika saya terlihat masih berusia lima puluh tahun.

Kembali mengunjungi laman instagram di atas membuat saya merasa malu pada diri saya. Menariknya, laman di atas saya kunjungi sekitar tahun 2015. Empat tahun setelahnya, saya masih kembali mengunjungi laman tersebut. Saya tidak ingat apa yang tepatnya menahan diri saya untuk tidak sesemangat dulu. Bagi teman-teman yang sudah mengenal saya, tentu sadar jika saya bukan tipe yang memiliki resolusi. Namun kali ini, jika ingin mnyebutnya sebagai resolusi, saya ingin sekali mulai kembali rajin menulis. Dengan menulis, saya jadi kembali belajar untuk setidaknya mengenal diri saya sendiri lebih dalam.

PHOTO BY: YLANITE KOPPENS FROM STOCKSNAP

obsesi terhadap maskot

Siapa sih yang gak kenal Pikachu dari serial anime Pokemon? Dalam beberapa bulan belakangan, saya melihat Instagram bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga hiburan. Dari instagram, saya kenal dengan kawan baik yang memperkenalkan soal Maskot. Ya bisa dibilang, Pikachu ini tergolong sebagai maskot juga. Yang menarik adalah maskot-maskot seperti Pikachu ini ternyata ada banyak sekali  dan mereka semuanya kebanyakan sangat menggemaskan.

Sebentar, emang si, meskipun saya belakangan aktif di twitter, sesungguhnya saya suka banget dengan twitter alasannya juga sama, tempat belajar dan tempat hiburan (maskot).

Screenshot_20180831_223332~2.png

Obsesi orang-orang Jepang terhadap maskot sangat tinggi. Setiap kota, contohnya, memiliki maskotnya masing-masing. Setiap maskot membawa karakterisasi yang seringkali unik dan berbeda. Belum lagi maskot yang dimiliki oleh perusahaan, produk hingga acara-acara tertentu. Yang paling menarik dari dunia permaskotan ini ialah jika setiap maskot memiliki media sosialnya sendiri. Ya ampun, ga ngerti lagi deh saya senengnya stalking medsos para maskot ini.

Dari ribuan maskot ini, saya ingin memperkenalkan Anda dengan Kumamon, maskot dari kota Kumamoto. Ia menjadi salah satu maskot terkaya dan menyumbang banyak sekali peran setelah gempa bumi yang terjadi di Jepang beberapa tahun yang lalu.

IMG_20180831_224210

Sebenarnya saya gak ngerti juga kenapa suka banget dengan Kumamon. Macam karakter pokemon lucu, terus ada di dunia nyata aja. Gemasnya kadang bikin kesel.

Selain Kumamon ada juga Chiitan. Chiitan memiliki karakter sebagai maskot yang selalu saja gagal. Apapun yang dia lakukan selalu gagal, antara kasihan tapi lucu banget 🙈 Tidak sedikit kejadian ketika Chiitan terjatuh dan menggelinding, atau ketika setelah bekerja berhari-hari, uang yang berhasil didapatkannya malah hilang, ngenes.

IMG_20180831_224222.JPG

Kedua maskot di atas merupakan dua dari sekian banyak maskot yang memiliki akun media sosialnya masing-masing. Jadi macam kita stalking medsos artis selebgram, ini kita stalking medsos si maskot yang isinya kebanyakan gak penting tapi menghibur banget.

Berbicara soal maskot tidak terlepas pula dengan maskot acara besar seperti Asian Games. Saya suka sekali dengan maskot Asian Games, lucu dan (cielah) berkarakter! Sayangnya Asian Games sebentar lagi akan berakhir, kehadiran maskot-maskot itu pastilah akan reda dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu :’) Padahal saya sudah membayangkan kalau maskot-maskot itu punya media sosialnya sendiri-sendiri, hahaha, liar amat.

Tidak sering saya lupa kalau maskot hanyalah seperti badut, bahwa ada orang-orang yang berada di balik kostum maskot-maskot tersebut.

Saya mendengar cerita dari teman, ada kejadian ketika salah satu maskot yang sedang berkumpul di event Maskot, pingsan karena kepanasan dan kekurangan oksigen. Lantas kejadian itu menarik perhatian seluruh maskot dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Bayangkan, lucu amat gak sih maskot yang pingsan terus dikerubungi maskot-maskot lucu lainnya. Lucu tapi kasian, yaelah serba salah banget. Mana suka ada event macam, lomba lari antar maskot, panggung hiburan, dsb. Duh gusti..

a week before the school starts

photo-1518604100146-5d90d05f1b58

I honestly have no idea what to do once the school started. I am currently still struggling about the business value that will be formed in the next two years, that is practically the reason why I’ve decided to start school in Magister of Management.

Now I start reading a book titled Change, written by Rhenald Kasali for I think it wouldn’t be hurt in getting to know the teacher you will meet.  My office has a quite numerous of books I think I need and I am glad since this should help me a lot later. So far, the book tries to tell readers that even for company, they need to grow like how living things grow. The good company is a company which is able to grow and adapt toward the rapid developing era. The older the age of a company, the more proving the company’s resilience in facing various business challenges. I did this brief research about the age of companies in Indonesia listed in IDX Jakarta and found out that the oldest are no more than 50 years, whilst there are some companies listed in Fortune 500 which age are more than 200 years. I understand that we could not compare the circumstance in Indonesia and in US, however what I really want to emphasize is the fact that of so many companies founded in between 1600-1800th, there are no more than 100 companies which are still existed until today.

Indonesia is indeed still have prospect for the future, but what I’ve learned through this book is that the living companies will always pass the s curve, meaning, they will always start their companies from zero, then going up to the maybe the highest level of margin the companies ever had, but then, before they are starting to reach the bottom level of the curve, they need to think how to, instead let alone the company’s level is going down, increase the companies performance so they could keep going up.

Corporate Life Cycles

No matter how good the copanies, theu will always be facing the fact that they will be one day need to improve or they will die someday. Ben Horowitz, one of the tycoon in Silicon Valley once said in his book titled The hard thing about hard things said that being a good company is an end in itself so the management have to think how to build a good company which will always grow.

PHOTO BY FERRAN FUSSALBA ROSELLO’ FROM UNSPLASH